art-nouveau-00302.jpgart-nouveau-00301.jpgart-nouveau-00299.jpg

ART NOUVEAU (1819-1914)

Zaman ini merupakan pergerakan revolusioner dimana adanya pembatas yang tegas antara seni murni dan seni terpakai. Art Nouveau lebih menitik beratkan pada konsep pemahaman kehidupan modern dan metode produksi. Seniman diharuskan berkreasi mulai dari arsitektur hingga furniture design, sehingga seni merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Keindahan dan harmoni merupakan bagian dari kehidupan keseharian; seniman turut serta membuat kehidupan manusia lebih indah.
Art Nouveau sangat mempengaruhi perkembangan gaya De Stijl (Belanda; 1920an) dan Sekolah Bauhaus di Jerman (1920an-1930an).

Nama ‘Art Nouveau’ berasal dari nama sebuah toko di Paris, Maison de l’Art Nouveau, yang dimiliki oleh Siegfried Bing, yang memamerkan benda-benda yang memiliki ciri desain aliran art nouveau.

Sejarah Art Nouveau

Art Nouveau adalah aliran yang berasal untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup, sangat tidak mungkin untuk tinggal di dalam rumah bergaya art nouveau tanpa furniture yang bergaya art nouveau pula seperti peralatan makan, perhiasan, dan lainnya. Para desainer meemusatkan gaya art nouveau di beberapa kota di Eropa termasuk Brussels, Nancy, dan Paris. Di Brussels aliran ini secara aktif dikembangkan dengan bantuan Victor Horta and Henry Van de Velde.

Selain di toko Maison de l’Art Nouveau, gaya ini tidak terlalu berhasil di Paris. Dimana, pintu masuk dari Paris Métro didesain oleh Hector Guimard pada tahun 1899 dan 1900 terkenal sebagai salah satu arsitektur Art Nouveau di Paris.

Di Inggris, Art Nouveau merupakan pengembangan dari Arts and Crafts Movement. Pusat yang paling penting di Britain adalah Glasgow dengan kreasi dari Charles Rennie Mackintosh

Gaya Art Nouveau berkembang pertama kali terjadi di Belgia dan meyebar ke Eropa sampai Amerika dengan nama yang berbeda, seperti Jugendstill di Jerman, Vienna Seccesion di Austria, Stile Liberty di  lItalia, Modernista di Spanyol, dan Glassgow School di Inggris. Dinamakan Jugendstil pada setelah masa avant-garde, Jugend yang berarti muda. Młoda Polska (gaya ‘Polandia muda’ ) di Polandia, or skønvirke di Denmark, dan Sezessionsstil (‘Secessionism’) di Vienna, dimana mencari seniman atau desainer untuk mengadakan pameran untuk memamerkan hasil karya mereka. Art Nouveau juga disebut Style Moderne di Prancis dan lain-lain. Abad ke-20 merupakan masa bagi berbagai jenis seni rupa modern untuk berkembang, hal ini dikarenakan pesatnya perkembangan teknologi dan pengaruh-pengaruh budaya baru (juga didukung oleh industrialisasi, kolonialisme, urbanisasi, dll.).

Di Spanyol, gaya ini berpusat di Barcelona dan dikenalkan oleh asitektur modernisme, Antoni Gaudi yang adalah praktisi yang paling penting. Art Nouveau juga bergerak di Eropa Timur dan di pusat Eropa, dengan pengaruh dari Alfons Mucha di Prague dan Moravia (bagian dari Czech Republic) dan Latvian Romanticism (Riga, ibukota Latvia, dimana terletak sekitar 800 bangunan Art Nouveau).

Di Russia, gaya ini telah menyebar ke segala majalah seni magazine Mir iskusstva (‘World of Art’), dimana merupakan revolusi dari Ballets Russes. Di Italy, Stile Liberty adaah nama toko di London, Liberty & Co, yang mendistribusikan desain modern perubahan dari Arts and Crafts movement, keduanya adalah tanda dari aspek komersial Art Nouveau dan memberikan karakter Italy.

Gaya Art Nouveau terjadi pada tahun 1890 sampai 1905. Salah satu contoh lukisan Art nouveau dapat ditemukan di Roquetaillade castle (Perancis). Viollet-le-Duc mengembalikan kerajaan pada 1850, dan Ia berncana menciptakan Gothic revival, dan Ia membiarkan kerajaan seperti bentuk aslinya untuk menandai masa “pre” gaya Art Nouveau.

Evolusi tertinggi pada gaya Art Nouveau dapat dilihat pada Exposition Universelle tahun1900 di Paris, dengan gaya yang modern. Pada 1902, dilaksanakan Esposizione Internazionale d’Arte Decorativa Moderna, di Turin, Italy, dimana para desainer mengadakan pameran yang hampir dari seluruh Negara Eropa yang dimana gaya Art Nouveau berkembang. Art Nouveau menggunakan banyak inovasi teknologi pada akhir abad 19.

Karakter Art Nouveau

Dinamis,mengalir, dengan garis lekukan yang sangat mencerminkan karakter Art Nouveau. Karya Art Nouveau biasanya dicirikan dengan bentuk-bentuk plastis dan organis, tapi tetap mengandalkan prinsip-prinsip geometris. Seperti kebanyakan gaya pada umumnya, Art Nouveau memiliki bentuk yang harmonis. Ciri utamanya adalah garis-garis mengalir. Pola itu berdasarkan bentuk tumbuhan dan pengaruh lukisan Jepang. Art Nouveau Style merupakan gaya extravaganza dengan ornamen yang terinspirasi dari alam seperti flora yang penuh dengan sulur-sulur, kelopak bunga dan kecantikan wanita.

Di Indonesia art nouveau dikenal juga sebagai aliran semarangan cirinya adalah garis-garis menggelombang dengan bunga. Gaya ini juga terlihat pada sisa-sisa bangunan kolonial di Indonesia.

Media Art Nouveau

Dua dimensi benda-benda Art Nouveau yang dilukis, digambar, dan di cetak pada bentuk seperti iklan, poster, label, majalah, dan sejenisnya.

Di arsitektur ada beberapa nama yang identik

dengan Art Nouveau, misalnya kota Barcelona

dan Katedral La Sagrada Familia yang identik

dengan arsitek Antonio Gaudi dan C.R.

Mackintosh. Art Nouveau dapat diidentikan

dengan cita rasa seni bangunan yang eksentrik

dan mahal mengingat tingkat kesulitan detail

yang tinggi, belum lagi dengan penerapan bahan

yang mahal. Sentuhan Art Nouveau dapat didapat

dengan memajang lukisan Art Nouveau, seperti

reproduksi poster-poster karya Mucha Alphonse

(atau eksponen Art Nouveau lain: Klimt, Moreau,

Munch, Toulouse-Lautrec). Art Nouveau merupakan

salah satu aliran seni lukis periode itu, terutama di

Wina. Art Noveau terutama berkaitan dengan

rancangan barang-barang sehari-hari seperti

perhiasan, alat makan , barang pecah belah, dan

perabot rumah tangga

Tokoh-tokoh penting :

Antoni Gaudi, Chaeles Rennie Mackintosh, Victor Horta, Henry Van de Velde, Gustav Klimt, Alfons Mucha, Henri de Toulouse-Lautrec, Walter Crane, Jules Cheret, Mikhail Vrube, Lucien Weissenburger, Auguste Delaherche, Émile André, Peter Behrens, Rafael Masó, Max Fabiani, William Walcot, Jules Cheret, Valentin Serov, Aubrey Beardsley, Ivan Yakovlevich Bilibin, Gaston Gerard, Janos Vaszary, Stanisław Wyspiański, Hector Guimard, Louis Majorelle, Francois Rupert Carabin.

Beberapa karya Antoni Gaudi :

Beberapa karya Alphonse Mucha: