Elfen Lied (Anime)

Sadis – tragis – emosional – penuh darah, itulah yang tergambar dalam anime “Elfen Lied”. Mengapa judulnya begitu aneh? Pengarang cerita ini barangkali terobsesi dengan legenda” Jerman atau Austria karena judul dalam bahasa Jerman ini diterjemahkan menjadi “nyanyian bangsa elf”. Dalam mitologi german, elf adalah makhluk yang menarik dan mempesona, namun tatkala tengah malam tiba, mereka berubah menjadi sangat jahat.

Dengan latar science-fiction di masa depan, anime ini menceritakan tentang “diclonius” yang merupakan mutant hasil rekayasa genetika manusia. Diclonius mempunyai 2 tanduk kecil di kepalanya dan memiliki kemampuan telekinesis yang dinamakan “vector” yaitu berupa tangan yang tak kasat mata namun dapat memanjang sampai puluhan meter dan tenaganya dapat memotong orang dalam sekejap (ini yang menyebabkan banyaknya pertumpahan darah). Karena diclonius sangat berbahaya, mereka semua dikurung di dalam tempat yang sangat aman dan dijaga sangat ketat oleh organisasi yang mengembangkannya.

Cerita

Suatu ketika, Lucy – seorang gadis diclonius, berhasil lepas dari kurungan serta membunuh semua penjaga yang berusaha menangkapnya. Dengan “vector”nya ia bahkan mampu menahan peluru. Untuk mencegah makhluk berbahaya ini kabur dan membunuh banyak orang maka organisasi memutuskan untuk menembak mati Lucy dengan sniper. Ketika Lucy sudah sampe ke tepi laut, sebuah peluru sniper mengarah pada kepala Lucy. Lucy mati…? Tidak, ternyata peluru itu hanya menyerempet kepalanya dan ia terjatuh ke tebing di pinggir laut.

Kouta dan sepupunya (Yuka) sedang berjalan di tepi pantai dan tiba” menemukan Lucy. Ternyata Lucy hilang ingatan dan terbentuk kepribadian ganda yang hanya dapat mengatakan “nyuu”. Akhirnya Kouta menamakan dia Nyuu. Kouta membawa Nyuu pulang, dan di sinilah awalnya masalah menjadi semakin rumit. Ternyata Nyuu(Lucy) masih dicari-cari oleh organisasi dan gawatnya lagi, seorang pembunuh bayaran yang sangat hebat disewa untuk membunuh Nyuu. Nyuu juga tidak ingat bagaimana menggunakan “vector”nya. Namun kouta berusaha melindungi Nyuu mati”an. Di lain pihak, ternyata Yuka menyimpan rasa suka terhadap Kouta sejak dari kecil. Bagaimana nasib Lucy selanjutnya? Apakah ingatan dan kepribadian Lucy kembali? Dapatkah Yuka mendapatkan cintanya?

Kesan pada episode pertama, anime ini terlalu sadis, namun seiring dengan bertambahnya episode, latar belakang masing” karakter mulai diceritakan dalam bentuk “flash-back” singkat tanpa mengurangi kesadisan >_<. Walau terlihat sangat gelap, sebenarnya anime ini diselingi cukup banyak adegan” lucu yang pasti membuatmu tertawa. Juga ada sedikit adegan ecchi dan adegan yang kadang membuat marah dan juga sedih. Perasaan masing” karakter bisa digambarkan dengan jelas sehingga kita bisa merasa ikut khawatir akan apa yang akan terjadi pada mereka. Ending dari cerita ini membuat kita berpikir dan bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi.

Sebenarnya inti cerita Elfen Lied adalah tentang karakter dan misteri masa lalunya. Mengapa Nyuu bisa tertarik pada Kouta dan sebaliknya, semua dijelaskan dalam bentuk flash-back sehingga kita mengerti motif sebenarnya dari masing” karakter. Terkadang cerita masa lalu akan membosankan karena pengulangan adegan yang sama. Tapi untungnya pengulangan biasanya hanya singkat saja.

Kualitas Grafik
Bisa dibilang tidak mengecewakan, setara dengan anime 2004 lainnya. Tiap karakter mempunyai ciri khas tersendiri dan digambar dengan cukup konsisten. Gambar latar dibuat dengan detail dan terkesan naturalis. Pada adegan pertarungan, efek” dibuat dengan baik dan detail. Misalkan kaki yang terpotong akan mengeluarkan banyak darah dan tulang pun digambar pada potongan kaki. Adegan” bugil juga ada pada anime ini, tapi bukan dalam konteks seksual.

Sound

Yang paling unik dari anime ini adalah openingnya. Tidak hanya lagunya yang berjudul “Lilium” dinyanyikan dalam bahasa latin, tapi juga gambar” yang ditayangkan terlihat sangat aneh. Bagi yang suka seni lukis, gambar latar openingnya merupakan jiplakan hasil karya pelukis dan ilustrator Austria “Gustav Klimt”. Lagu ending tidak terlalu spesial tapi masih enak didengar. Soundtrack di sepanjang anime bisa dibilang bagus karena cocok dengan adegan yang ditayangkan.

Jika bosan dengan anime” ecchi biasa atau heart-warming, “Elfen Lied” bisa menjadi tontonan baru yang menarik, menyegarkan sekaligus menegangkan. Tapi perlu diingat, anime ini tidak untuk segala usia, mengingat tingkat kesadisan dan banyaknya pertumpahan darah, anime ini sebaiknya ditonton oleh 18 tahun ke atas, tetapi apabila di tengah” cerita kamu tidak tahan, sebaiknya jangan diteruskan~

Art Nouveau’s Influence:

Pengaruh Art Nouveau dalam anime ini terdapat pada opening dari tiap episodenya, dimana dari segi visualnya sangat terinspirasi oleh karya-karya dari Gustav Klimt.

Gallery

The Kiss

Danaë

The Tree of Life

The Water Serpent

Portrait of Adele Bloch-Bauer